beasiswaunggulansurabaya.com., SURABAYA—Komunitas Beasiswa Unggulan Surabaya (KUBUS) kembali gelar kegiatan pengabdian masyarakat melalui program tahunan bertajuk KUBUS in Action (KIA) 5.0, yang telah memasuki edisi kelima. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu (25–27 Juli 2025), berlokasi di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kolaborasi untuk Pengabdian Nyata
KIA 5.0 merupakan bagian dari program kerja tahunan Departemen Public Relation KUBUS, yang pada edisi kelima tahun ini menggandeng Kementerian Sosial Masyarakat BEM ITS melalui kolaborasi dengan program ITS Mengajar for Indonesia.
Berbeda dengan ITS mengajar yang fokus utamanya berorientasi pada pendidikan SD dan SMP lewat program Pojok Literasi, KIA 5.0 secara khusus menargetkan dua bidang strategis lain, yakni penguatan sektor UMKM dan edukasi kesehatan masyarakat.
Tema dan Filosofi Pengabdian
Dengan mengangkat tema “Menyalakan Asa dengan Aksara, Menebar Bakti dengan Aksi”, KIA 5.0 menekankan bahwa kontribusi sosial tidak hanya datang dari niat, melainkan dari aksi nyata yang menghidupkan harapan. Hal ini disampaikan oleh Imelda Septhia Manullang selaku ketua pelaksana, yang menjelaskan bahwa makna program ini lahir dari semangat untuk mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat lewat langkah-langkah konkret.
Edukasi UMKM: Fondasi Bisnis untuk Warga
Pada Sabtu (26/07/2025), kegiatan berfokus pada edukasi pengembangan UMKM.
Materi disampaikan oleh Bagus Wahyu Perdana dari Komunitas Berbagi Bersama Berkembang (BBB). Ia menjelaskan delapan fondasi penting agar pelaku usaha pemula bisa berkembang di era digital, termasuk:
- Menentukan tujuan usaha
- Menyusun produk unggulan
- Mengelola keuangan
- Meningkatkan pelayanan
- Membangun tim
- Konsisten dalam promosi
- Memastikan legalitas
- Mengembangkan diri
Sesi dilanjutkan dengan demonstrasi pendaftaran QRIS oleh Idham Mardi Putra, S.Kom dari Bank Mandiri KCP ITS. Ia memandu warga agar memahami cara memanfaatkan sistem pembayaran digital agar pelaku UMKM dapat merambah transaksi non-tunai.
Edukasi Gizi dan Kesehatan Keluarga
Hari Minggu (27/07/2025) diisi dengan edukasi kesehatan.
Materi disampaikan oleh Najwa Miftah Rania (mahasiswi Kebidanan UNAIR) dan Sanita Aliyah Putri (mahasiswi Gizi UNUSA). Topik yang dibahas meliputi:
- Gizi seimbang bagi wanita usia subur
- Nutrisi ibu hamil
- Pola makan anak usia balita hingga usia sekolah
Sebagai penutup, dilakukan pengecekan tekanan darah gratis. Sekitar 20 warga, terutama ibu rumah tangga dan lansia, mengikuti sesi ini.
Dampak Nyata Bagi Warga
Maniyatun, salah satu warga peserta, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu.
“Sebagai ibu rumah tangga yang juga merintis usaha, saya jadi paham pentingnya legalitas dan strategi promosi. Kesehatan keluarga juga ternyata erat kaitannya dengan usaha saya,” tuturnya.
Tanggapan KUBUS: Lebih Matang dan Kolaboratif
Ketua Departemen Public Relation KUBUS, Dzaky Purnomo Rifa’i, menilai bahwa KIA 5.0 menunjukkan kematangan arah gerak.
“Jika dibandingkan dengan KIA 4.0 yang berfokus pada ekonomi kreatif di Pulau Mengare, Gresik, edisi kali ini lebih strategis. Kebutuhan masyarakat Dusun Kepetingan berhasil dijawab melalui pendekatan lintas sektor,” ujarnya.
Harapan dan Komitmen Berkelanjutan
Ketua Umum KUBUS, Melinda Arta Reza Putri, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan.
“Partisipasi warga menunjukkan bahwa kami dibutuhkan. Kegiatan ini bukan sekadar program, tapi jembatan antara ilmu dan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap kolaborasi dengan pemerintah desa, komunitas lokal, dan mitra kampus terus berlanjut—menjadi gerakan yang menjangkau lebih banyak daerah.
Solidaritas Awardee untuk Pengabdian Jangka Panjang
Pembina KUBUS, Alvan Alfaridzi, S.T., menekankan bahwa KIA adalah bukti nyata kontribusi sosial awardee Beasiswa Unggulan.
“Pengabdian ini menjangkau wilayah yang sering terlewat dari pembangunan. Di saat yang sama, solidaritas antarawardee juga tumbuh dalam misi sosial yang berkelanjutan,” katanya.
Penutup: Dari Dusun Kepetingan untuk Indonesia
Kegiatan ditutup dengan refleksi mendalam. Bagi KUBUS, pengabdian bukan hanya soal memberi, tapi juga tentang mendengar, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat.
Di Dusun Kepetingan, literasi, kesehatan, dan pemberdayaan tidak hanya dikenalkan, tapi dirawat bersama.
Melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor, KUBUS membuktikan bahwa ilmu dan solidaritas sosial dapat menciptakan perubahan dari akar—untuk Indonesia yang lebih setara dan berdaya.