beasiswaunggulan.com., SURABAYA—Departemen Public Relations (PR) Komunitas Beasiswa Unggulan Surabaya (KUBUS) berkolaborasi dengan Komunitas Beasiswa LPDP Monash University gelar Kunjungan Komunitas 2025 pada Jumat, 05 September 2025 berbasis platform Zoom Meeting.
Kunjungan Komunitas Tahun 2025 merupakan inisiatif strategis dari Komunitas Beasiswa Unggulan Surabaya (KUBUS) untuk menciptakan ruang belajar yang lebih luas melalui studi banding dengan Komunitas Beasiswa LPDP Monash University.
Program ini dirancang untuk menjembatani keterbatasan interaksi, sehingga para anggota KUBUS dapat belajar langsung mengenai strategi adaptasi di lingkungan internasional, pengembangan riset di universitas kelas dunia, serta pembangunan jejaring global.
Sanita Aliyah Putri selaku Ketua Pelaksana menegaskan pentingnya kolaborasi ini dengan menyatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang interaksi yang intensif agar anggota KUBUS memperoleh gambaran nyata perjalanan studi di luar negeri sekaligus menjajaki potensi kerja sama strategis di masa depan”.
Ketua Umum KUBUS, Melinda Arta Reza Putri, memandang kolaborasi ini sebagai langkah nyata untuk mentransformasi KUBUS menjadi pusat pengembangan diri yang lebih dinamis melalui pertukaran pengetahuan antar komunitas.

Ia menekankan bahwa interaksi langsung dengan penerima beasiswa luar negeri akan memberikan perspektif baru bagi para anggota dalam mengevaluasi serta memperkuat program internal komunitas.
Terkait pentingnya sinergi ini, Melinda menyatakan, “Kami berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk memperluas cakrawala berpikir para awardee dan menjajaki potensi kolaborasi strategis yang dapat mendukung keberlanjutan karier serta rencana studi lanjut mereka di masa depan,”.
Bukhari Fauzul Rahman selaku Lurah Komunitas LPDP Monash University menyambut hangat inisiatif ini dengan membagikan esensi perjuangan para penerima beasiswa di kancah internasional sebagai inspirasi bagi para awardee Beasiswa Unggulan. Melalui pemaparan mengenai tantangan riset di universitas kelas dunia dan strategi adaptasi global, Ia mendorong anggota KUBUS untuk tidak ragu mengejar pendidikan jenjang S-2.

Dalam pesannya, Bukhari menyemangati peserta dengan menegaskan, “Kalian memiliki modal besar sebagai awardee Beasiswa Unggulan, dan kami ingin kalian percaya diri dalam merencanakan langkah menuju pendidikan internasional melalui LPDP karena tantangan akademik yang akan dihadapi adalah jembatan untuk tumbuh menjadi agen perubahan global,”.
Pembina Komunitas Beasiswa Unggulan Surabaya, Alvan Alfaridzi, S.T., berharap agar momentum studi banding ini menjadi katalisator bagi terciptanya jejaring akademik yang kuat antara penerima beasiswa nasional dan internasional.

Ia menilai bahwa wawasan mengenai teknik penyusunan esai serta kiat sukses menghadapi seleksi LPDP yang didapat dari komunitas Monash akan menjadi bekal berharga bagi kesiapan mental dan administratif para anggota.
Agenda studi banding ini dilanjutkan dengan sesi sharing session yang diawali oleh pemaparan Melinda Arta Reza Putri mengenai perjalanan sejarah singkat KUBUS serta mekanisme estafet kepemimpinan yang menjaga keberlanjutan organisasi.
Dalam sesi ini, dipaparkan pula struktur departemen beserta jajaran program kerja strategis yang mencakup Executive Board (EB), Human Resource (HR), Public Relation (PR), Student Welfare (SWF), Research and Technology (Restech), dan Creative.
Menanggapi struktur organisasi tersebut, Melinda menjelaskan bahwa setiap departemen memiliki peran krusial dalam mendukung visi komunitas, seraya menegaskan, “KUBUS berkomitmen untuk memfasilitasi forum berbagi dan belajar bagi para awardee melalui sinergi program kerja di setiap departemen guna mewujudkan kontribusi nyata bagi negeri”.
Suasana diskusi semakin mendalam saat Rendra K. Hasan memberikan orientasi mengenai Komunitas LPDP Monash University yang memiliki struktur unik dengan enam divisi, yaitu Mind, Pure, Brand, Body, Soul, dan Spirit.
Rendra membagikan pengalaman pribadinya mengenai sepak terjang serta jatuh bangun menghadapi kegagalan saat mendaftar beasiswa sebelum akhirnya berhasil menembus Monash University.

Memberikan motivasi emosional kepada para peserta, ia menekankan pentingnya kegigihan dengan menyatakan, “Maksimalkanlah semua peluang yang ada di depan mata dan habiskanlah jatah kegagalan kalian sedari muda, karena setiap penolakan adalah langkah yang mendekatkan kalian pada keberhasilan yang lebih besar”.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi games interaktif yang mempererat keakraban antaranggota kedua komunitas, diikuti dengan penyerahan sertifikat secara simbolis sebagai tanda dimulainya kolaborasi strategis. Melalui sesi penutup ini, diharapkan jejaring yang telah terbentuk dapat terus berlanjut dalam berbagai program kolaboratif di masa mendatang.


