Kiat Membangun Brand Storyteller bagi Pelaku UMKM Lokal

Storytelling for Branding: Retorika Membangun Citra Brand sebagai Storyteller Digital

beasiswaunggulansurabaya.com., SIDOARJO—Berangkat dari ruang yang sama—belajar, bertumbuh, lalu berbagi—Tarisa Adistia, Awardee Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek 2024 sekaligus pengurus Komunitas Beasiswa Unggulan Surabaya (KUBUS), kembali mengambil peran sebagai penggerak literasi komunikasi.

Melalui webinar “Storytelling for Branding: Retorika Membangun Citra Brand sebagai Storyteller Digital” yang diselenggarakan Rumah BUMN Sidoarjo pada Kamis, 13 November 2025, Tarisa tidak hanya hadir sebagai pemateri, tetapi sebagai representasi bagaimana ilmu, pengalaman, dan privilese pendidikan dapat dialirkan kembali untuk memberdayakan masyarakat—khususnya pelaku UMKM di era digital.

Storytelling sebagai Strategi, Bukan Sekadar Gaya Bicara

Dalam paparannya, Tarisa menegaskan bahwa storytelling tidak dapat lagi dipandang sebagai pelengkap komunikasi. Storytelling adalah strategi retoris yang bekerja di ranah emosi, nilai, dan kepercayaan.

Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya sekaligus reporter aktif di Direktorat Humas UNESA, Tarisa menautkan pendekatan akademik dengan praktik komunikasi digital yang kontekstual.

“Cerita bukan hanya hiburan, tapi strategi untuk mempengaruhi dan menanamkan nilai,” ujar Tarisa, menegaskan bahwa narasi adalah fondasi utama dalam membangun brand yang berkelanjutan.

Ketika Cerita Menjadi Pembeda di Tengah Bising Digital

Tarisa menjelaskan bahwa manusia secara alamiah terhubung melalui cerita. Di tengah banjir konten promosi yang repetitif, storytelling menjadi garis pemisah antara brand yang sekadar menjual produk dan brand yang mampu menghadirkan makna.

Ia mencontohkan figur kreator seperti Nessie Judge dan siniar BandungTanpaKamu sebagai bukti bahwa konsistensi narasi yang jujur mampu membangun ikatan emosional jangka panjang dengan audiens—sebuah pendekatan yang relevan pula bagi UMKM.

Dari Owner hingga Komunitas: Ragam Cerita yang Bisa Dihidupkan UMKM

Webinar ini juga mengulas berbagai bentuk storytelling yang aplikatif bagi pelaku UMKM, mulai dari Owner’s Story, Product Story, Customer Story, hingga Community Story.

Menurut Tarisa, setiap jenis cerita memiliki fungsi strategis: membangun kedekatan personal, memperkuat identitas sosial, hingga menunjukkan nilai etika dan keberlanjutan usaha.

Ia menekankan pentingnya keselarasan antara nilai internal pelaku usaha dan citra eksternal brand, karena ketidaksinkronan narasi justru dapat meruntuhkan kepercayaan publik.

Autentisitas sebagai Modal Sosial UMKM Lokal

Tak berhenti pada teori, Tarisa menghadirkan studi kasus UMKM binaan Rumah BUMN Sidoarjo seperti Miz Titin dan Antique Printing Jaya, yang dikenal karena konsistensi dan kejujuran narasinya.

Ia juga menyoroti slogan “Enak Beritahu Teman, Tidak Enak Beritahu Kami” milik Gudang Durian Es Teler Ice Cream sebagai contoh storytelling ringkas tetapi persuasif—sebuah praktik trust-based marketing yang menempatkan pelanggan sebagai mitra dialog, bukan sekadar target pasar.

Empati sebagai Value Baru di Era Digital

Di akhir sesi, Tarisa menekankan bahwa dunia digital tidak lagi dimenangkan oleh mereka yang paling lantang berbicara, melainkan oleh mereka yang mampu menghadirkan empati.

Baginya, cerita adalah jembatan antara pengalaman personal dan kepercayaan kolektif. Ketika UMKM berani menuturkan proses, kegagalan, dan perjuangannya secara jujur, di situlah brand menemukan daya hidupnya.

Beasiswa, Komunitas, dan Tanggung Jawab untuk Kembali Mengabdi

Bagi KUBUS, kehadiran Tarisa sebagai narasumber bukan sekadar pencapaian personal, melainkan cerminan nilai komunitas: awardee bukan hanya penerima manfaat, tetapi agen perubahan.

Webinar ini sekaligus menegaskan bahwa literasi komunikasi, ketika dipadukan dengan keberpihakan sosial, dapat menjadi alat transformasi yang nyata.

Melalui langkah-langkah kecil seperti berbagi pengetahuan, para awardee Beasiswa Unggulan membuktikan bahwa pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang kembali menyala di tengah masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top